
Lakukan hal ini saat stress dadakan adalah nasihat sederhana yang mulai sering saya terapkan belakangan ini. Stress bisa muncul kapan saja—saat pekerjaan menumpuk, ada kabar mendadak, atau ketika hal-hal kecil tiba-tiba terasa menyesakkan. Yang sering terjadi, pikiran jadi kalut dan tubuh ikut tegang. Padahal, ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan untuk meredakan stress dalam hitungan menit tanpa perlu alat khusus atau persiapan panjang.
Lakukan Hal Ini Saat Stress Dadakan dengan Menarik Napas Perlahan
Cara paling sederhana dan cepat untuk meredakan stress adalah mengatur napas. Tidak harus teknik rumit—cukup tarik napas dalam lewat hidung selama empat detik, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan. Metode ini membantu tubuh mengirim sinyal “tenang” ke otak.
Setiap kali saya merasa panik, teknik napas ini selalu berhasil mengurangi rasa sesak di dada. Selain itu, menarik napas dalam membantu menurunkan detak jantung yang biasanya meningkat saat stress mendadak datang. Dengan napas yang lebih stabil, pikiran ikut terasa lebih terkontrol.
Latihan napas ini bisa dilakukan sambil duduk, berdiri, atau bahkan ketika sedang berjalan. Mata tidak perlu ditutup—cukup fokus pada ritme. Beberapa kali ulangi, dan tubuh akan terasa lebih ringan. Cara ini cocok dilakukan di mana saja, termasuk di kantor atau tempat umum.
Alihkan Pikiran sejenak saat stress menyerang
Kadang yang membuat stress semakin besar adalah pikiran yang terus memutar situasi yang sama. Untuk mengatasinya, mengalihkan perhatian sejenak bisa menjadi cara efektif. Saya sering berdiri dan berjalan sebentar ke luar ruangan, melihat langit, atau sekadar mengamati suasana sekitar.
Mengalihkan pikiran bukan berarti lari dari masalah—justru memberikan ruang kepada otak untuk kembali berpikir jernih. Dengan menjauh sebentar dari sumber stress, kita bisa menilai situasi dengan perspektif yang lebih segar. Bahkan lima menit saja bisa membuat perbedaan besar.
Jika sedang di rumah, saya biasanya membuka jendela, membiarkan udara segar masuk, atau memutar musik pelan. Hal-hal kecil seperti ini membantu menenangkan suasana hati dalam waktu singkat.
Menghubungi Teman yang Bisa Dipercaya untuk berbagi
Berbicara dengan seseorang yang kita percaya adalah cara efektif meredakan stress mendadak. Tidak harus berbicara lama—kadang cukup menceritakan apa yang terjadi membuat beban terasa lebih ringan. Teman yang baik biasanya memberikan respons yang menenangkan, atau setidaknya mendengarkan tanpa menghakimi.
Saya punya satu teman yang selalu saya hubungi ketika pikiran mulai sumpek. Dengan bercerita, saya merasa lebih lega dan terbantu melihat sisi lain dari masalah yang sedang dihadapi. Sementara itu, ada juga kalanya saya membaca hal-hal inspiratif di daftar okto88 untuk mengalihkan fokus sejenak dan menenangkan pikiran.
Terkadang, berbicara dengan orang lain membuat masalah yang terlihat besar menjadi lebih dapat dikelola. Dukungan kecil dari orang terdekat sering menjadi penyelamat ketika stress datang tanpa permisi.
Cobalah Bergerak untuk Melepaskan Ketegangan
Stress mendadak juga membuat otot tubuh menegang, terutama di bahu dan leher. Untuk meredakannya, bergerak sedikit bisa membantu. Tidak perlu olahraga berat—cukup lakukan peregangan ringan. Putar bahu, gerakkan leher perlahan, atau berdiri dan berjalan selama beberapa menit.
Saya sering melakukan peregangan sederhana sambil duduk ketika bekerja. Hasilnya, ketegangan berkurang dan pikiran terasa lebih segar. Gerakan kecil seperti ini mampu mengembalikan aliran darah sehingga tubuh kembali ke kondisi normal.
Jika sempat, keluar sebentar untuk berjalan cepat juga sangat membantu. Aktivitas ini menstimulasi hormon endorfin yang memberi rasa nyaman dan menenangkan.
Menuliskan Masalah untuk Meluruskan Pikiran
Ketika stress datang tiba-tiba, pikiran sering terasa seperti simpul kusut. Dengan menuliskannya dalam bentuk catatan kecil, kita bisa membantu mengurai satu per satu. Saya biasanya menulis apa yang membuat saya stress, lalu membaginya menjadi hal-hal yang bisa diatasi sekarang dan yang bisa ditunda.
Teknik ini membuat masalah terlihat lebih jelas dan tidak seberat yang dibayangkan. Terkadang, stress muncul bukan dari besarnya masalah, tetapi dari ketidakmampuan memetakan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Dengan menuliskan semuanya, pikiran terasa lebih teratur dan langkah berikutnya menjadi lebih mudah diambil.
